Indikator dan Osilator

Computer analysis / Indicators and oscilators


Akumulasi/Distribusi volume (Volume Accumulation VA) (Volume Accumulation VA)

Overview.

Indikator Chaikin`s akumulasi/distribusi dikembangkan oleh dua orang pencipta, M. Chaikin dan D. Lambert.Indikator ini adalah alternatif dari indikator OBV, karena VA juka mempertimbangkan tender volumen, namun letak perbedaan dari indikator ini adalah pada pengaturan dari mood bull atau bear.

INTERPRETASI:

Sangatlah penting untuk diperhatikan bahwa indikator ini tidak memiliki parameter dengan jangkauan yang luas, dan memfalitisasi penggunanya, sehingga tidak perlu melakukan pengetesan efisiensi terhadap tiap value dari indikator.

Tindakan dari indikator ini berdasarkan pada beberapa syarat logis berikut ini.Pertama, pada trend, harga penutupan adalah value eksktrim mereka: jadi pada bull trend, penutupan mendekati harga teratas, dan pada bear trend harga penutupan mendekati harga terbawah. Kedua, pada stabil trend, tender volume, biasanya melebihi level rata-rata.Ini berarti bawah pada bull trend VA juga akan naik, dan valuenya akan positif, dan pada saat bear trend mengalami penurunan, VA juga akan turun, dan menghasilkan value negatif.

Aplikasi sinyal dari indikator VA akan mengkonfirmasi sinyal dari perkembangan trend - berorientasi pada perubahan dari indikator dan harga pada bull trend dan perbedaan pada bear trend, dan juga sinyal, dimana melawan trend - perbedaan bull dan kesamaan bear dari indikator dengan diagram harga.

On Balance Volume

Overview.

On Balance Volume (OBV) adalah indikator momentum yang menghubungkan volume dengan perubahan harga. On Balance Volume dikembangkan oleh Joe Granville dan pertama kali dipresentasikan pada bukunya: New Strategy of Daily Stock Market Timing for Maximum Profits.

INTERPRETASI:

On Balance Volume adalah total volume berjalan. Ini menunjukkan jika volume bergerak ke dalam sekuritas atau keluar dari sekuritas. Ketika sekuritas ditutup lebih tinggi dari penutupan sebelumnya, volume sepanjang hari itu dianggap sebagai up-volume.

Ketika sekuritas ditutup lebih rendah dari penutupan sebelumnya, volume sepanjang hari itu dianggap sebagai down-volume.

Penjelasan lengkap mengenai OBV tidak ada dalam pembahasan buku ini. Jika Anda ingin informasi lebih lengkap mengenai analisis OBV, Saya menyarankan untuk membaca buku Granville's, New Strategy of Daily Stock Market Timing for Maximum Profits.

Asumsi dasar, sehubungan dengan analisis OBV, adalah perubahan OBV mendahului perubahan harga. Teorinya uang pintar dapat dilihat bergerak ke dalam sekuritas dengan menaikkan OBV. Ketika publik bergerak ke dalam sekuritas, baik sekuritas dan OBV akan naik lebih dahulu.

Jika pergerakan harga sekuritas mendahului pergerakan OBV, sebuah "non-konfirmasi" telah tercipta. Non-konfirmasi dapat timbul pada bagian atas bull market (ketika sekuritas naik tanpa atau sebelum OBV) atau pada bagian bawah bear market (ketika sekuritas jatus tanpa atau sebelum OBV).

OBV berada dalam trend yang naik ketika tiap puncak lebih tinggi dari puncak sebelumnya dan tiap trough baru lebih tinggi dari trough sebelumnya.Demikian juga, OBV berada dalam trend yang turun ketika tiap puncak bersamaan lebih rendah dari peak sebelumnya dan trough bersamaan lebih rendah dari trough sebelumnya. Ketika OBV bergerak menyamping dan tidak membuat high dan lows secara berurutan, ini berarti berada dalam doubtful trend.

Sekali trend terbentuk,akan tetap terus ada hingga mengalami kejatuhan. Ada dua cara dimana trend OBV dapat jatuh. Pertama terjadi ketika trend berubah dari trend naik menjadi trend turun, atau dari tren turun menjadi trend naik.

Cara kedua trend OBV dapat jatuh adalah ketika trend berubah menjadi doubtful trend dan tetap doubtful selama tiga hari lebih. Dengan demikian, jika sekuritas berubah dari trend naik menjadi doubtful tren dan tetap doubtful selama dua hari sebelum berubah kembali ke trend naik, OBV dianggap selalu berada dalam trend naik.

Ketika OBV berubah menjadi trend naik atau turun, sebuah "breakout" telah tercipta. Karena breakout OBV biasanya melebihi harga breakout, investor harus buy long pada OBV upside breakouts. Begitu juga, investor harus sell short ketika OBV membuat breakout downside. Posisi harus ditahan hingga trend berubah (seperti yang telah dijelaskan pada paragraf sebelumnya).

Metode analisa On Balance Volume diciptakan untuk trading siklus jangka pendek. Menurut Granville, investor harus bertindak cepat dan aktif jika mereka ingin mendapatkan profit dari analisa jangka pendek OBV.

Bollinger Bands

Overview.

Bollinger Bands mirip dengan moving average envelopes. Perbedaan antara Bollinger Bands dan envelopes adalah envelopes diplot pada persentase fixed atas dan bawah moving average, dimana Bollinger Bands diplot pada level atas dan bawah standard deviasi moving average. Karena standard deviasi adalah ukuran dari volatilitas, bands dengan sendirinya menyesuaikan: melebar ketika market volatil dan bekerja pada saat periode tenang. Bollinger Bands diciptakan oleh John Bollinger

INTERPRETASI:

Bollinger Bands biasanya ditampilkan diatas harga sekuritas, tetapi dapat ditampilkan pada sebuah indikator. Komen in ditujukan untuk tampilan band pada harga. Seperti pada moving average envelopes, interpretasi dasar dari Bollinger Bands adalah harga cenderung untuk tinggal dalam upper dan lower band. Ciri khas karakteristik dari Bollinger Bands adalah jarak antara band bervariasi berdasarkan pada volatilitas harga. Selama periode perubahan harga ekstrim (contoh: volatilitas tinggi), bands melebar agar dapat lebih diterima. Selama periode harga stagnant (contoh volatilitas rendah), bands membatasi harga tersedia.

Mr. Bollinger mencatat karakteristik Bollinger Brands berikut:

  • Perubahan harga secara tajam cenderung timbul setelah bands menguat, dimana volatilitas berkurang.
  • Ketika harga bergerak diluar bands, kelanjutan dari trend saat ini tersirat.
  • Bawah dan atas dibuat diluar bands diikuti oleh bawah dan atas yang dibuat dalam bands disebut sebagai kekalahan dalam trend.
  • Sebuah gerakan yang berasal dari satu band cenderung untuk bergerak ke semua arah dari band lain. Pengamatan ini berguna ketika memperkirakan target harga.

Directional system (ADX)

Definisi.

Directional sistem dikembangkan J. Wilder pada pertengahan tahun 1970 sebagai tambahan dari sistem PARABOLIC SAR, dan kemudian dikembangkan dengan sejumlah analisis. ADX mendefinisikan tendensi dan show, apakah bergerak cukup cepat untuk mengikuti. ADX membantu untuk mendapatkan keuntungan, masih dalam trend yang penting.

INTERPRETASI:

Indikator ini mengembangkan pencarian kekuatan tendensi. Jika ADX naik, ini berarti tendensi market menjadi lebih kuat. Pada saat seperti ini, sangat disarankan untuk menutup penawaran sesuai dengan arah tendensi. Ketika ADX jatuh, ini berarti tendensi dipertanyakan. Sinyal yang dikeluarkan oleh osilator (RSI, Momentum) sangat penting dalam kasus ini.

Fungsi dari analisis direksional adalah berada pada kenyataan bahwa pencarian perbuahan dalam optimisme dan pesimisme massa, menghasilkan kemampuan bull dan bear untuk menghapus harga diluar batas kisaran harga hari sebelumnya. Jika harga terbaik hari ini di atas harga kemarin, market menjadi optimis. Dan sebaliknya, jika harga terendah hari ini dibawah harga terendah kemarin, sangat mungkin untuk membicarakan tentang perubahan market menjadi pesimis.

Indikator Demark (DeMarker)

Definisi.

Indikator Demark berdasarkan pada perbandingan dari periode maksimal dengan periode maksimal sebelumnya. Penerimaan maksimal dirangkum.

INTERPRETASI:

Indikator Demark bertujuan untuk mengungkap area dengan resiko tinggi dan rendah untuk pembelian (penjualan). Mencatat area dengan harga yang mengalami penurunan, dimana biasanya harga peak dan hollow. Indikator berubah dari 0 hingga 1. Ketika indikator jatuh dibawah o.3, dapat diperkirakan perubahan harga yang naik. Ketika parameter indikator naik diatas 0.7, dapat diperkirakan perubahan harga ke bawah.

ENVELOPES (TRADING BANDS)

Overview.

Envelope terdiri dari dua moving average. Moving average satu bergerak ke atas dan moving average kedua bergerak ke bawah.

INTERPRETASI:

Envelopes menentukan batasan atas dan bawah dari jangkauan trading sekuritas normal. Sebuah sinyal jual dihasilkan ketika sekuritas mencapai bagian atas band sedangkan sinyal buy dihasilkan pada bagian bawah band. Pergeseran persentase yang optimal bergantung pada volatilitas sekuritas - semakin volatil, persentase semakin besar.

Logika dibalik envelopes adalah penjual dan pembeli terlalu bersemangat mendorong harga menjadi ekstrim (contoh: bands atas dan bawah), pada saat harga sering distabilkan dengan berpindah ke level yang lebih realistis. Ini mirip dengan interpretasi dari Bollinger Bands.

MOMENTUM

Overview.

Indikator momentum mengukur jumlah dimana harga sekuritas telah berubah pada rentan waktu tertentu.

INTERPRETASI:

Interpretasi dari indikator momentum identik dengan interpretasi dai Harga ROC. Kedua indikator ini menampilkan tingkatan dari perubahan harga sekuritas. Namun, indikator Harga ROC menampilkan tingkatan perubahan dalam persentasi sedangkan indikator Momentum menampilkan tingkatan perubahan dalam ratio.

Ada dua cara untuk menggunakan indikator Momentum:

  • Anda bisa menggunakan indikator Momentum indicator sebagai pengikuti trend osilator mirip dengan MACD (ini adalah metode yang saya pilih). Beli ketika indikator dibawah dan naik dan jual ketika indikator peak dan turun. Anda mungkin ingin plot moving average jangka pendek (contoh: 9 periode) dari indikator untuk menentukan ketika sampai dibawah atau peaking.
  • Jika indikator Momentum  secara ekstrim mencapai value high atau low (sesuai dengan value historicalnya), Anda harus mengasumsikan kelanjutan dari trend saat ini. Contohnya, jika indikator Momentum mencapai value high secara ekstrim dan kemudian turun, Anda harus mengasumsikan harga kemungkinan akan terus naik. Dalam kasus sebaliknya, hanya trading setelah harga mengkonfirmasi sinyal yang dikeluarkan oleh indikator (contoh: jika harga peak dan turun, tunggu hingga harga mulai turun sebelum menjual).
  • Anda juga bisa menggunakan indikator Momentum sebagai indikator utama. Metode ini mengasumsikan bahwa puncak market biasanya di identifikasikan oleh kenaikan harga yang cepat (ketika semua orang mengharapkan harga untuk naik lebih tinggi) dan bagian bawah market biasanya berakhir dengan penolakan harga yang sangat cepat (ketika semua orang ingin keluar). Hal ini sering terjadi, tetapi ini juga generalisasi yang luas.

Sebagai market peaks, indikator Momentum akan naik secara tajam dan kemudian jatuh - menyimpang dari kelanjutan pergerakan harga ke atas atau kesamping. Begitu pula pada bagian bawah market, Momentum akan jatuh seara tajam dan mulai naik melebihi harga. Kedua situasi ini menghasilkan penyimpangan antara indikator dan harga. 

Akumulasi/Distribusi

Overview.

Akumulasi/distribusi adalah sebuah indikator momentum yang menghubungkan perubahan pada harga dan volume. Indikator ini berdasarkan pada alasan bahwa semakin besar volume yang menemani pergerakan harga, semakin signifikan pergerakan harga.

INTERPRETASI:

Akumulasi/Distribusi adalah sebuah variasi dari indikator populer On Balance Volume. Kedua indikator ini berusaha untuk mengkonfirmasi perubahan dalam harga dengan membandingkan volume yang berhubungan dengan harga.

Ketika Akumulasi/Distribusi bergerak ke atas, hal ini menunjukkan bahwa sekuritas sedang diakumulasi, dimana sebagian besar volume berhubungan dengan pergerakan harga ke atas. Ketika indikator bergerak ke bawah, hal ini menunjukkan bahwa sekuritas sedang didistribusikan, dimana sebagian besar volume berhubungan dengan pergerakan harga ke bawah. Penyimpangan antara Akumulasi/Distribusi dan harga sekuritas menyiratkan perubahan yang akan terjadi. Ketika penyimpangan benar terjadi, harga biasa berubah untuk mengkonfirmasi Akumulasi/Distribusi. Contoh, jika indikator bergerak ke atas dan harga sekuritas bergerak ke bawh, harga kemungkinan akan mundur.

DIRECTIONAL MOVEMENT

Overview.

Directional Movement Sistem membantu menentukan jika sebuah sekuritas menjadi "trending". Sistem ini dikembangkan oleh Welles Wilder dan dijelaskan dalam bukunya, New Concepts in Technical Trading Systems.

INTERPRETASI:

Dasar dari Directional Movement trading sistem melibatkan perbanding dari 14-day +DI ("Directional Indicator") dan 14-day -DI. Hal ini dapat dilakukan dengan meletakkan dua indikator pada bagian atas masing-masing atau dengan mengurangi +DI dengan -DI. Wilder menyarankan membeli pada saat +DI naik diatas -DI dan jual ketika +DI jatuh dibawah -DI.

Wilder memenuhi syarat aturan trading sederhana ini dengan "aturan titik ekstrim". Aturan ini dibuat untuk mencegah penipuan dan mengurangi jumlah trade. Aturan titik ekstrim mengharuskan bahwa pada hari +DI dan -DI berlawanan, Anda sebut "titik ekstrim." Ketika +DI naik diatas -DI, harga ekstrim adalah harga tertinggi pada hari garis berlawanan. Ketika +DI jatuh dibawah -DI, harga ekstrim adalah harga terbawah pada hari garis berlawanan.

Titik ekstrim kemudian digunakan sebagai titik pemicu dimana Anda harus menerapkan trade. Contoh, setelah menerima sinyal beli ( +DI naik diatas -DI), Anda harus menunggu hingga harga sekuritas naik diatas titik ekstrim (harga tertinggi pada hari dimana garis +DI dan -DI berlawanan) sebelum membeli. Jika harga gagal untuk naik diatas titik ekstrim, Anda harus terus mempertahankan posisi pendek Anda. Dalam buku Wilder, dia mencatat bahwa sistem ini berhasil pada sekuritas yang memiliki sebuah Commodity Selection Index tinggi. Dia menyebutkan, "sebagai aturan praktis, sistem akan menguntungkan pada komoditi yang memiliki value CSI diatas 25. Ketika CSI jatuh dibawah 20, jangan gunakan trend-following sistem."

Volume

Overview.

Volume adalah jumlah saham (atau kontrak) yang ditradingkan pada masa waktu tertentu (contoh: jam, hari, minggu, bulan, dll). Analisa volume adalah dasar tetapi juga elemen yang penting untuk analisis tehnikal. Volume memberikan petunjuk intesitas gerakan harga yang diberikan.

INTERPRETASI:

Level volume yang rendah adalah karakteristik dari harapan yang belum pasti yang biasanya timbul pada periode konsolidasi (contoh, periode dimana harga bergerak keluar dari area trading). Volume yang rendah juga sering muncul pada periode yang belum pasti pada saat market jatuh.

Level volume yang tinggi adalah karakteristik dari puncak market ketika ada konsesus yang kuat dimana harga bergerak naik. Level volume yang tinggi biasanya sangat umum terjadi pada awal trend baru (contoh, ketika harga breakout di area trading). Sebelum market jatuh, volume biasanya akan naik sehubungan dengan adanya kepanikan untuk melakukan penjualan.

Volume dapat membantu menentukan nilai positif dari trend yang ada. Up-trend yang baik harus memiliki volume yang tinggi pada bagian atas trend, dan volume rendah pada bagian bawah (korektif). Tren bawah yang baik biasanya memiliki volume tinggi pada bagian bawah dan volume rendah pada bagian atas (korektif).

Relative Strength Index

Overview.

Relative Strength Index (RSI) adalah sebuah osilator yang populer. Pertama kali dikenalkan oleh Welles Wilder dalam sebuah artikel di Majalah Commodities (sekarang dikenal dengan Futures) pada bulan Juni 1978. Instruksi langkah demi langkah pada penghitungan dan interpretasi RSI juga disediakan dalam buku Mr. Wilder, New Concepts in Technical Trading Systems.

Nama "Relative Strength Index" sedikit membingungkan karena RSI tidak membandingkan hubungan kekuatan dari dua sekuritas, tetapi lebih ke kekuatan internal dari sebuah sekuritas. Nama yang lebih sesuai kemungkinan adalah "Internal Strength Index." Chart Relative strength yang membandingkan dua indeks pasar, sering disebut sebagai Comparative Relative Strength.

INTERPRETASI:

Ketika Wilder memperkenalkan RSI, dia merekomendasikan untuk menggunakan 14-day RSI. Sejak itu, 9-day dan 25-day RSI juga menjadi terkenal. Karena Anda bisa memvariasikan jumlah periode waktu pada penghitungan RSI, saya sarankan Anda untuk mencoba untuk mendapatkan periode yang tepat untuk Anda. (Semakin sedikit hari yang dipergunakan untuk menghitung RSI, indikator menjadi semakin volatil)

RSI adalah sebuah osilator pengikut harga berkisar anatara 0 dan 100. Sebuah metode populer yang menganalisa RSI adalah untuk mencari divergence dimana sekuritas membuat kenaikan baru, tetapi RSI gagal untuk mendahului kenaikan sebelumnya. Divergence ini adalah sebuah indikasi dari sebuah pembalikan yang akan datang. Ketika RSI turun dan jatu dibawah trough saat ini, ini dapat dikatakan telah menyelesaikan sebuah "failure swing". Failure swing dianggap sebagai sebuah konfirmasi dari pembalikan yang akan datang.

Dalam buku Mr. Wilder, dia mendiskusikan lima kegunaan dari RSI dalam analisis chart komoditas. Metode ini dapat diterapkan pada sekuritas tipe lain juga.

  • Tops and Bootoms. Top RSI biasanya diatas 70 dan bottoms dibawah 30. Biasanya membentuk top dan bottom ini sebelum mendasari chart harga.
  • Chart Formations. RSI sering membuat bentuk chart seperti kepala dan bahu (halaman 215) atau segitiga (halaman 216) yang mungkin ataupun tidak mungkin terlihat pada chart harga.
  • Failure Swings (juga dikenal sebagai support atau resistansi penetrasi atau breakouts). Ini adalah dimana RSI melampui puncak sebelumnya (peak) atau jatuh dibawah batas bawah terbaru (trough).
  • Support Resistansi. RSI menampilkan, terkadang lebih jelas dari harga itu sendiri, level dari support dan resistansi.
  • Divergences. Seperti yang telah dibicarakan diatas, divergences timbul ketika harga membuat kenaikan baru (atau turun) yang tidak dikonfirmasi oleh kenaikan baru (atau turun) pada RSI. Harga biasanya benar dan bergerak ke arah RSI.

OsMA (Oscillator Moving Average)

Overview.

OsMA - secara umum, perbedaan antara osilator dan smoothing osilator. Dalam hal ini, dasar dari  MACD adalah menggunakan sebuah osilator, dan garil sinyal MACD sebagai smoothing.

INTERPRETASI:

Sinyal untuk pembelian adalah pemberian, ketika OsMA berhenti jatuh dan mulai naik. Divergence dari harga dan OsMA adalah sebuah sinyal yang baik.

PVI (Positive Volume Index)

Overview.

Positive Volume Index (PVI) fokus pada hari dimana volume meningkat dari hari sebelumnya. focuses on days where the volume increased from the previous day. Dasar pemikirannya adalah "massa" mengambil alih posisi hari ketika volume naik.

INTERPRETASI:

Interpretasi dari PVI berasumsi bahwa pada hari ketika volume naik, massa mengikuti investor yang "kurang informasi" di pasar. Sebaliknya, pada hari dimana volume mengalami penurunan, "smart money" secara diam-diam mengambil posisi. Karena itu, PVI menampilkan apa yang dilakukan not-so-smart-money (Negative Volume Index, menunjukkan apa yang dilakukan smart money). Namun, harap diperhatikan, PVI adalah bukan indikator kontrari.   displays what the smart money is doing.) Note, however, that the PVI is not a contrarian indicator. Meskipun PVI seharusnya menunjukkan apa yang dilakukan not-so-smart-money,  masih trend dalam arah yang sama dengan harga.

Parabolic SAR

Overview.

Parabolic Time/Price System, dikembangkan oleh Welles Wilder, digunakan untuk mengatur harga trailing stop dan biasanya disebut sebagai "SAR" (stop-and-reversal). Indikator ini dijelaskan secara lengkap dalam buku Wilder', New Concepts in Technical Trading Systems.

INTERPRETASI:

Parabolic SAR memberikan exit point yang unggul. Anda harus close posisi long ketika harga jatuh di bawah SAR and close posisi short ketika harga naik diatas SAR.

Jika Anda dalam posisi long (contoh, harga diatas SAR), SAR akan bergerak naik setiap hari, terlepas dari arah pergerakan harga. Jumlah SAR naik bergantung pada jumlah harga yang bergerak.

Price Rate-Of-Change

Overview.

Indikator Price Rate-of-Change (ROC) menampilkan perbedaan antara harga saat ini dan harga pada periode waktu-x lalu. Perbedaan dapat ditunjukan baik dalam point atau juga sebagai persentase. Indikator Momentum memberikan informasi yang sama, tetapi ditampilkan dalam ratio.

INTERPRETASI:

Ini adalah sebuah fenomena yang dikenal baik yaitu harga sekuritas melonjak lebih dahulu dan menarik kembali dalam gerakan cylical wave. Aksi cyclical ini adalah hasil dari perubahan yang diharapkan dimana bull dan bear berjuang untuk mengatur harga.

ROC menunjukkan gerakan wave dalam format osilator dengan mengukur nilai dari harga yang telah berubah pada periode waktu tertentu. Karena harga naik, ROC naik; jika harga turun, ROC juga turun. Perubahan besar dalam harga, perubahan besar dalam ROC.

Periode waktu yang digunakan untuk menghitung ROC bisa berkisar dari 1-hari (sebagai hasil dari chart volatil yang menampilkan perubahan harga harian) hingga 200-hari (atau lebih lama). Periode waktu yang paling populer adalah 12- dan 25-hari ROC untuk trading term short hingga intermediate. Periode waktu ini diperkenalkan oleh Gerald Appel dan Fred Hitschler dalam buku mereka, Stock Market Trading Systems.

ROC 12-hari adalah sebuat indikator overbougth/oversold untuk short hingga intermediate trading term yang unggul. Semakin tinggi ROC, semakin banyak overbought sekuritas, semakin rendah ROC, semakin sama seperti rally. Namurn seperti dengan semua indikator overbought/over-sold, adalah bijaksana untuk menunggu hingga market mulai memperbaiki (contoh, naik atau turun) sebelum menempatkan trade Anda. Market yang overbought akan tetap overbought untuk beberapa saat. Kenyataannya,  pembacaan overbought/oversold ekstrim biasanya menyebabkan kelanjutan dari trend saat ini.

ROC 12-hari cenderung sangat cyclical, berosiliasi berulang kali dalam siklus yang cukup teratur. Seringkali, perubahan harga dapat diantisipasi dengan mempelajari siklus ROC sebelumnya dan menghubungkan siklus sebelumnya dengan market saat ini.

Moving Average

Overview.

Moving Average adalah sebuah indikator yang menunjukkan value average dari sebuah harga sekuritas pada periode waktu tertentu. Ketika menghitung sebuah moving average, analisis matematis dari value average sekuritas yang dibuat selama periode waktu tertentu. Karena harga sekuritas berubah, harga averagenya bergerak naik atau turun.

Ada lima tipe populer dari moving average: simple (juga disebut sebagai aritmatika), exponensial, triangular, variable, dan weighted. Moving averages dapat dihitung pada setiap data termasuk sekuritas open, high, low, close, volume, atau indikator lainnya. Moving average dari moving average lainnya juga biasa.

Perbedaan signifikan antara berbagai tipe moving averages hanyalah pada bobot penugasan pada data terakhir. Simple moving averages menerapkan bobot sama ke harga. Exponensial dan weighted averages menerapkan bobot lebih pada harga saat ini.   Triangular averages menerapkan bobot lebih pada harga di tengah periode waktu. Dan variable moving averages merubah bobot berdasarkan volatilitas harga.

INTERPRETASI:

Metode yang paling populer untuk interpretasi sebuah moving average adalah dengan membandingkan hubungan antara moving average dari harga sekuritas dengan harga sekuritas itu sendiri. Sebuah sinyal beli diberikan ketika harga sekuritas naik diatas moving average dan sinyal jual diberikan ketika harga sekuritas jatuh dibawah moving average. Chart berikut menunjukkan Dow Jones Industrial Average ("DJIA") dari 1970 hingga 1993.

Juga menunjukkan sebuah 15-month simple moving average. Panah "Beli" digambarkan ketika DJIA ditutup naik diatas moving average; panah "jual" digambarkan ketika ditutup dibawah moving average.

Tipe sistem trading moving average ini tidak bertujuan untuk menempatkan Anda tepat dibawah atau tepat diatas. Sebaliknya, ini dirancang untuk menjaga Anda di dalam garis dengan trend harga sekuritas dengan membeli pendek setelah harga sekuritas jatuh dan menjual panjang ketika naik.

Elemen kritikal dari moving average adalah jumlah periode waktu yang digunakan dalam menghitung average.Ketika menggunakan hindsight, Anda akan selalu bisa menemukan moving average yang sangat menguntungkan (menggunakan komputer, saya menemukan bahwa jumlah optimal per bulan dari chart yang tersedia telah mencapai 43). Kuncinya adalah untuk untuk mencari sebuah moving average yang secara konsisten akan menguntungkan. Moving average yang paling populer adalah 39-week (atau 200-day) moving average. Moving average ini memiliki track record yang sempurna dalam menentukan siklus market utama (long-term).

Moving averages juga dapat diperhitungkan dan diplot pada indikator. Interpretasi dari sebuah indikator moving average mirip dengan interpretasi dari sekuritas moving average: ketika indikator naik ke atas moving average, menandakan sebuah pergerakan keatas lanjutan oleh indikator, ketika indikator jatuh dibawah moving average, ini menandakan lanjutan pergerakan kebawah indikator.

Indikator dimana sangat sesuai untuk digunakan bersama sistem penetrasi moving average termasuk MACD, Price ROC, Momentum, dan Stochastics.

Beberapa indikator, seperti short-term Stochastics, berfluktuasi sangat tidak menentu sehingga sulit untuk menentukan apa trend mereka sebenarnya. Dengan menghapus indikator dan plot moving average dari indikator, Anda dapat melihat general trend dari indikator daripada fluktuasinya dari hari ke hari.

Whipsaws dapat dikurangi, dengan mengorbankan sedikit sinyal kemudian, dengan memplot sebuah short-term moving average (contoh, 2-10 day) dari indikator osiliasi seperti 12-day ROC, Stochas-tics, atau RSI. Sebagai contoh, daripada menjual ketika Stochastic Oscillator jatuh dibawah 80, Anda mungkin menjual hanya pada  5-period moving average dari Stochastic Oscillator turun dibawah 80.

Median price

Overview.

Indikator Median Price adalah midpoint dari harga tiap hari. Typical Price dan Weighted Close adalah indikator yang mirip.

INTERPRETASI:

Indikator Median Price memberikan sebuah char simple, single-line dari  "harga average". Harga average ini sangat bermanfaat ketika Anda ingin tampilan harga sederhana.

Standard Deviation

Overview.

Standard Deviation adalah ukuran statistik dari volatilitas. Standard Deviation biasanya digunakan sebagai komponen dari indikator lain, daripada sebagai indikator tunggal. Contohnya, Bollinger Bands dihitung dengan menambahkan sebuah sekuritas Standard Deviation ke sebuah moving average.

INTERPRETASI:

Value tinggi Standard Deviation timbul ketika item data dianalisa (contoh, harga atau indikator) berubah secara dramatis. Demikian pula, low value Standard Deviation timbul ketika harga stabil.

Banyak analisis merasa bahwa major top disertai dengan volatilitas tinggi dimana investor berjuang dengan euforia dan juga ketakutan. Major bottoms diharapkan lebih tenang dimana investor memiliki beberapa harapan profit.

Stochastic Oscillator

Overview.

Sto.chas.tic (sto kas'tik) adj. 2. Math. menunjuk sebuah proses yang memiliki progres tetap dari penggabungan distribusi random variabel. Webster's New World Dictionary

Stochastic Oscillator membandingkan dimana sebuah harga sekuritas relatif ditutup pada kisaran harganya pada waktu tertentu.

INTERPRETASI:

Stochastic Oscillator ditunjukkan dalam dua garis. Garis utama disebut "%K." Garis kedua disebut "%D," adalah moving average dari %K. Garis %K biasanya ditampilkan dalam garis solid dan garis %D biasanya ditampilkan dalam garis putus-putus.

Ada beberapa cara untuk menginterpretasi Stochastic Oscillator. Termasuk tiga populer metode:

  1. Beli ketika Oscillator (baik %K atau %D) jatuh dibawah specific level (conto, 20) dan kemudian naik diatas level tersebut. Jual ketika Oscillator naik diatas specific level (contoh, 80) dan jatuh dibawah level tersebut.
  2. Beli ketika garis %K naik diatas garis %D dan jual ketika garis %K jatuh dibawah %D.
  3. Cari divergences. Contoh, ketika harga membuat serangkaian highs baru dan Stochastic Oscillator gagal untuk mendahului high sebelumnya.

Moving Average Convergence/Divergence (M A C D)

Overview.

MACD (Moving Average Convergence/Divergence) adalah sebuah indikator momentum yang mengikuti trend yang menunjukkan hubungan antara dua moving average dari harga. MACD dikembangkan oleh Gerald Appel, penerbit dari Systems and Forecasts.

MACD terbagi antara 26-day dan 12-day eksponensial moving average. 9-day eksponensial moving average, disebut garis "signal" (atau "trigger") yang diplot dibagian top MACD untuk menunjukkan kesempatan beli/jual (Appel menetapkan eksponensial moving averages sebagai persentase. Jadi, dia menganggap tiga moving average ini berturut-turut sebagai 7.5%, 15%, dan 20% ).

INTERPRETASI:

MACD membuktikan wide-swinging trading market yang paling efektif. Ada tiga cara populer untuk menggunakan MACD: crossovers, kondisi overbought/oversold, dan divergences.

Crossovers.

Aturan dasar trading MACD adalah untuk menjual ketika MACD jatuh dibawah garis sinyalnya. Demikian juga, sebuah sinyal beli timbul ketika MACD naik diatas garis sinyalnya. Juga sangat populer untuk beli/jual ketika MACD berada diatas/dibawah nol.

Kondisi Overbought/Oversold.

MACD juga berguna sebagai indikator overbought/oversold. Ketika moving average terpendek mendorong secara dramatis dari moving average terpanjang (contoh, MACD naik), kemungkinan harga sekuritas sedang keluar batas dan secepatnya akan kembali ke level yang lebih realistis. Kondisi MACD overbought dan oversold sangat bervariasi dari satu sekuritas ke sekuritas lainnya.

Divergences.

Sebuah indikasi bahwa akhir dari trend saat ini kemungkinan sudah dekat, timbul ketika MACD diverges dari sekuritas. Sebuah bearish divergence timbul ketika MACD membuat penurunan baru ketika harga gagal untuk mencapai low baru. Sebuah bullish divergence timbul ketika MACD membuat high baru ketika harga gagal mencapai high baru. Kedua divergences ini sangat signifikan ketika mereka timbul pada level overbought/oversold yang berurutan.

Commodity Channel Index

Overview.

Commodity Channel Index (CCI) mengukur variasi sebuah harga sekuritas mulai dari nilai statistiknya. Value tinggi menunjukkan bahwa harga tidak biasanya tinggi dibandingkan dengan harga average dimana value rendah mengindikasikan harga tidak biasanya rendah. Berlawanan dengan namanya, CCI dapat digunakan secara efektif pada setiap tipe sekuritas, bukan hanya komoditas. CCI dikembangkan oleh Donald Lambert.

INTERPRETASI:

Ada dua metode dasar dari interpretasi CCI: mencari divergences dan juga sebuah indikator overbought/oversold.

  • Sebuah divergence muncul ketika harga sekuritas membuat sebuah kenaikan baru ketika CCI gagal untuk mendahului kenaikan sebelumnya. Divergence klasik ini biasanya diikuti oleh beberapa koreksi dalam harga sekuritas.
  • CCI biasanya berosilasi antara ±100. Untuk menggunakan CCI sebagai indikator overbought/oversold, pembacaan diatas +100 menyebabkan kondisi overbought (dan sebuah pending koreksi harga) ketika pembacaan -100 menyebabkan kondisi oversold (dan sebuah pending rally).

Williams %R

Overview.

Williams' %R (dibaca "percent R") adalah sebuah indikator momentum yang mengukur level overbought/oversold. Williams' %R dikembangkan oleh Larry Williams.

INTERPRETASI:

Interpretasi dari Williams' %R sangat mirip dengan Stochastic Oscillator hanya saja %R di plot upside-down dan Stochastic Oscillator memiliki internal smoothing.

Untuk menampilkan indikator Williams' %R indicator pada sebuah skala upside-down scale, biasanya diplong menggunakan value negatif (contoh, -20%). Untuk keperluan analisis dan diskusi, abaikan saja simblo negatif.

Pembacaan dalam kisaran 80 hingga 100% mengindikasikan bahwa sekuritas oversold ketika membaca dalam kisaran 0 to 20% diduga overbought.

Seperti semua indikator overbought/oversold, sangatlah baik untuk menunggu hingga harga sekuritas berubah arah sebelum menempatkan trade Anda. Sebagai contoh, jika indikator overbought/oversold (seperti Stochastic Oscillator atau Williams' %R) menunjukkan kondisi overbought, sangatlah bijaksan untuk menunggu harga sekuritas turun sebelum menjual sekuritas. (MACD adalah sebuah indikator yang bagus untuk memonitor perubahan dalam harga sekuritas). Sangat tidak biasa bagi indikator overbought/oversold untuk tetap berada dalam sebuah kondisi overbought/oversold untuk jangka waktu yang panjang sebagaimana harga sekuritas terus naik/jatuh.  a long time period as the security's price continues to climb/fall. Juallah hanya jika sekuritas menjadi overbought dapat membuat And keluar dari long sekuritas sebelum harga memberikan tanda detriorasi.

Sebuah fenomena menarik dari indikator %R adalah kemampuan luar biasa untuk mengantisipasi sebuah penyimpangan dalam harga yang mendasari sekuritas. Indikator hampir selalu membentuk peak dan turun beberapa hari sebelum harga sekuritas peak dan turun. Juga, biasanya %R menghasilkan trough dan naik beberapa hari sebelum harga sekuritas naik.

*  Artikel ini disiapkan oleh spesialis dari departemen analisis Perusahaan Larson & Holz IT Ltd., data yang digunakan diambil dari buku "Technical analysis from A to Z"  oleh Steven B.Achelis.
All rights reserved.
 Metode baru penambahan dana dan withdrawal ditambahkan baru-baru ini. 
07.04.2017
 Trader yang bekerja dengan kontrak CFD pada saham dari perusahaan terbesar dunia  dapat mengecek tabel pembayaran deviden terkini.
07.04.2017